Few weeks ago i went to UIA for career day and tengah boring boring tunggu budak-budak UIA ni, i saw this book. Tengah tengok-tengok buku ni, the owner Musliha ....asked to read it since tengah boring boringkan. Dah lama rasanye tak baca novel-novel macam ni. The writer Habiburrahman El Shirazy ni jugaklah yang tulis buku Ayat-Ayat Cinta and now dorang dah buat movie Ayat -Ayat Cinta and my friend said best citer ni Wow, honestly...i was like terpana, terleka dengan novel ni. The wording...hmmm boleh berangan sekejap :p Don't get it wrong, novel ni bukan kisah cinta yang jiwang and duke lara ...this novel is about ....
Sebuah usaha yang genial untuk menghimpunkan kisah-kisah yang bermuatan nilai Alqur'an dan As-sunnah dalam bahasa fiksi, bahasa kehidupan sehari-hari, yang dengan itu orang tidak lagi merasa rumit belajar dan mengamalkan Islam. Demikianlah, Habiburrahman telah menghimpunnya untuk Anda dengan bahasa yang indah dan menyentuh hati. Semoga kisah-kisah ini menggerakkan Anda menuju kebaikan selalu.
The first chapter.....
Kepada Afirah,
Salamullahi’alaiki,
Benar aku sangat mencintaimu. Namun sakit dan deritaku ini tidaklah semata-mata karena rasa cintaku padamu. Sakitku ini karena aku menginginkan sebuah cinta suci yang mendatangkan pahala dan diridhai Allah ‘Azza Wa Jalla’. Inilah yang kudamba. Dan aku ingin mendamba yang sama. Bukan sebuah cinta yang menyeret kepada kenistaan dosa dan murka-Nya.
Afirah,
Kedua tawaranmu itu tak ada yang kuterima. Aku ingin mengobati kehausan jiwa ini dengan secangkir air cinta dari surga. Bukan air timah dari neraka. Afirah, “Inni akhaafu in ‘ashaitu Rabbi adzaaba yaumin ‘adhim!” ( Sesungguhnya aku takut akan siksa hari yang besar jika aku durhaka pada Rabb-ku. Az Zumar : 13 )
Afirah,
Jika kita terus bertakwa. Allah akan memberikan jalan keluar. Tak ada yang bisa aku lakukan saat ini kecuali menangis pada-Nya. Tidak mudah meraih cinta berbuah pahala. Namun aku sangat yakin dengan firmannya :
“Wanita-wanita yang tidak baik adalah untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah buat wanita-wanita yang tidak baik (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka. Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (yaitu surga).”
Karena aku ingin mendapatkan seorang bidadari yang suci dan baik maka aku akan berusaha kesucian dan kebaikan. Selanjutnya Allahlah yang menentukan.
Afirah,
Bersama surat ini aku sertakan sorbanku, semoga bisa jadi pelipur lara dan rindumu. Hanya kepada Allah kita serahkan hidup dan mati kita.
Wassalam,
Zahid
Thanks to Musliha, even though tak dapat habis baca but i like it. Musliha sekarang ni on semester break for 6 months so buat part time job dekat UIA. Such a sweet girl, baik and lemah lembut sangat, bertudung labuh and currently tengah belajar di University Al- Azhar. Macam ade cahaya pada muka dia....glad to see masih ade girls yang ala-ala perempuan melayu terakhir macam dia ni. Bila bercakap dengan Musliha ni rasa segan yang amat! lemah lembut gemalai gitu, compare to us...kalau gelak , sepuluh batu pun boleh dengar! Duhhh...malunya!
Musliha ? macam familiar. If i'm not mistaken, my big sis suke nyanyi lagu Musliha ni mase kecik-kecik dulu! betul ker?